30 HRDC DAY 1 (Kebersamaan menyambut Ramadhan)
- Mei 05, 2019
- By Selamet Susanto
- 6 Comments
Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu, karena bulan yang penuh berkah dan didalamnya terdapat malam dimana lebih baik dari seribu bulan.
Ceritaku di awal Ramadhan kali ini yaitu aku sangat bersyukur karena dapat memulai Ramadhan bersama keluarga di kampung halaman, walaupun disini tidak menyelenggarakan pawai obor ramadhan tetapi tetap lebih berarti dapat sahur bersama keluarga di awal Ramadhan.
Walaupun pagi hari aku harus pergi meninggalkan kampus halaman, tetapi aku bersyukur karena diberikan waktu yang produktif bersama keluarga dan teman-teman masa kecilku.
Banyak hal yang didapat seperti gotong royong untuk membersihkan masjid atau musholla agar dapat nyaman digunakan dalam menyambut sholat tarawih pertama.
Saling membantu membersihkan lantai, sajadah, ambal dan halaman masjid tersebut.
Setelah selesai membersihkan musholla saya pulang kerumah untuk membantu ibu untuk menyiapkan "kenduren/besek" karena malam hari akan ada acara "Munggahan" atau menyambut awal Ramadhan.
Setelah selesai sholat tarawih berjamaah lalu dilanjutkan dengan acara "munggahan" ada arahan dari tokoh masyarakat setempat agar para pemuda/pemudi melaksanakan tadarus di masjid agar bisa memakmurkan masjid dengan cara berkumandang ayat-ayat Al-Qur'an oleh para pemuda/ pemudi setempat.
Setelah selesai sholat tarawih berjamaah semua pulang ke rumah masing-masing lalu pemuda pemudi kembali ke masjid dengan membawa Al-Qur'an untuk tadarus bersama.
Kebersamaan dapat memudahkan dalam berbagai urusan, kebersamaan dapat menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan menyatukan perbedaan, kebersamaan menjadikan hari lebih indah.
#Day 1
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

6 Comments
Marhaban Ya Ramadhan.
BalasHapusKak follback ya ini Rodhia dari 30DAYS challange juga. mampir yakk
Marhaban ya Ramadhan, aku sudah mampir
HapusKalau di tempat saya dulu di Semarang khasnya sebelum puasa ada tradisi dugderan
BalasHapusBeda daerah beda tradisi ya hehehe...
Hapusbener banget, kebersamaan memudahkan segalanya
BalasHapusiya bener
Hapus